Strategi Marketing Politik Pasangan Jokowi – Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden 2014
Abstract
Komunikasi politik dengan pendekatan marketing politik pasangan Jokowi-Jk berhasil memenangkan pemilihan presiden 2014. Pada Pilpres 2014 muncul sosok yang berbeda dengan gayanya yang sederhana dan dekat dengan rakyat yaitu Jokowi. Jokowi merupakan sososk yang merakyat dengan pendekatan yang sangat berbeda dai lawan-lawan politiknya pada Pilpres 2014. Berawal sebagai walikota Solo yang berlanjut sebagai gubernur DKI Jakarta, sosok Jokowi banyak dipinang partai politik yang akhirnya mencalonkan pasangan Jokowi – JK pada Pilpres 2014. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi marketing politik pasangan Jokowi-JK capres-cawapres Pilpres 2014. Teori dan konsep yang digunakan pada penelitian ini : komunikasi politik, kampanye politik, debat politik, dan pencitraan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Strategi komunikasi politik Jokowi-JK dalam Pilpres 2014 adalah kerja nyata dengan rakyat. Implementasi komunikasi politik yang dilakukan adalah blusukan, pesta rakyat, partisipasi masyarakat, dan kampanye rakyat. Slogan salam dua jadi serta kerja menjadi bagian dalam kampanye Jokowi – JK pada pilpres 2014. Kemeja kotak-kota dan kemeja putih menjadi ikon bagi pendukung Jokowi-JK. Salah satu bentuk komunikasi politik pasangan Jokowi – JK dengan adalah melalui debat politik yang ditayangankan secara langsung oleh media massa televisi.
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v1i1.72
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2017 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi
Indexed by:
View My Stats




.png)